
💥 Cerita di lapangan: Seorang importir furniture di Jepara baru saja kehilangan $15,000 karena salah paham kontrak CIF. Ia kira barang “sudah aman” karena seller mengurus asuransi, tapi ternyata klaim ditolak karena kerusakan terjadi setelah barang naik kapal—di mana risiko sudah beralih ke buyer! Kisah ini bukan fiksi, tapi realita yang sering terjadi di dunia impor-ekspor Indonesia. Mau tahu cara hindari jebakan semacam ini? Simak pembahasan lengkap Incoterms 2020 berikut ini! 🚢
Apa Itu Incoterms 2020? 🧩
📖 Incoterms 2020 adalah seperangkat aturan internasional yang diterbitkan oleh ICC (International Chamber of Commerce) untuk mengatur pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dalam transaksi perdagangan internasional. Aturan ini menjadi “bahasa universal” yang memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama dalam kontrak ekspor-impor (ICC Incoterms dalam Perdagangan Internasional, 2020) .
🌍 Mengapa Incoterms begitu penting? Tanpa aturan yang jelas, transaksi internasional bisa menjadi medan pertempuran klaim dan sengketa. Bayangkan saja: barang tiba rusak, siapa yang bayar? Dokumen tidak lengkap, siapa yang bertanggung jawab? Keterlambatan pengiriman, siapa yang menanggung biaya tambahan? Incoterms menjawab semua pertanyaan ini dengan definisi yang presisi dan diakui globally (Incoterms 2020 – Regulasi Perdagangan Internasional, 2025) .
🔄 Update terbaru: Versi Incoterms 2020 menggantikan Incoterms 2010 dengan beberapa penyesuaian penting, terutama dalam klasifikasi dan penjelasan lebih detail tentang kapan tepatnya risiko beralih dari penjual ke pembeli. Pemahaman yang benar tentang aturan terbaru ini bisa menghemat jutaan dolar bagi bisnis Anda (INCOTERM 2020: Panduan Lengkap & Studi Kasus, 2025) .
Kenapa FOB, CIF & DAP Paling Sering Dipakai di Indonesia? 🇮🇩
📊 Berdasarkan data transaksi logistik 2024, tiga Incoterm yang paling dominan digunakan oleh importir Indonesia adalah FOB (Free on Board), CIF (Cost, Insurance, and Freight), dan DAP (Delivered at Place). Mengapa ketiganya begitu populer? Karena masing-masing menawarkan keuntungan spesifik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis di Indonesia (Perbedaan CIF, FOB, dan EXW dalam Ekspor-Impor, 2025) .
🚛 FOB menjadi favorit bagi importir yang ingin memiliki kontrol lebih besar atas logistik dan biaya pengiriman. Dengan FOB, pembeli bisa memilih forwarder sendiri, negosiasi tarif freight langsung dengan shipping line, dan memiliki fleksibilitas dalam menentukan rute pengiriman. Ini sangat cocok untuk perusahaan Indonesia yang sudah memiliki pengalaman dan jaringan logistik yang solid.
🛡️ CIF sering dipilih oleh importir pemula atau yang tidak ingin repot dengan urusan teknis pengiriman. Dalam CIF, penjual mengatur semuanya: pengiriman, asuransi, hingga biaya freight. Namun, ada “jebakan” yang sering tidak disadari: meskipun penjual membayar asuransi, risiko barang sudah beralih ke pembeli sejak barang naik ke kapal (DAP vs. CIF Incoterms: What is the Difference?, 2024) .
🏠 DAP semakin populer seiring pertumbuhan e-commerce B2B dan marketplace global. Dengan DAP, penjual bertanggung jawab mengirimkan barang sampai ke tempat tujuan yang disepakati—bisa itu gudang pembeli, alamat kantor, atau bahkan pabrik. Ini memberikan kemudahan maksimal bagi pembeli, meskipun biasanya dengan biaya yang lebih tinggi (DAP Delivered at Place [UPDATED 2025] | Incoterms, 2025) .
Penjelasan Tuntas: FOB (Free on Board) 📦
🚢 FOB (Free on Board) adalah Incoterm di mana penjual menyerahkan barang setelah barang berhasil dimuat di atas kapal yang ditunjuk oleh pembeli. Ini adalah momen kritis: tepat saat barang melewati rail kapal di pelabuhan keberangkatan, semua risiko beralih dari penjual ke pembeli (Incoterms: Mengenal Definisi, Tujuan, dan Jenisnya, 2025) .

💰 Dalam FOB, pembagian tanggung jawabnya adalah:
- Penjual wajib: Mengurus ekspor clearance, mengemas barang, mengirim ke pelabuhan, dan memastikan barang dimuat ke kapal
- Pembeli wajib: Membayar biaya freight utama, asuransi (jika diinginkan), impor clearance, serta semua biaya dari pelabuhan tujuan hingga gudang
⚠️ Keuntungan FOB: Kontrol penuh atas biaya pengiriman. Anda bisa memilih forwarder terpercaya, negosiasi harga langsung dengan shipping line, dan menentukan rute yang paling efisien untuk bisnis Anda. Banyak importir berpengalaman di Indonesia lebih memilih FOB karena alasan ini.
🔍 Tips praktis untuk FOB: Pastikan Anda memiliki forwarder yang benar-benar kompeten dan transparan. Salah pilih forwarder bisa berakhir dengan biaya “tersembunyi” yang justru membuat FOB menjadi lebih mahal daripada CIF. Selalu minta breakdown biaya detail sebelum memutuskan (FOB vs CIF: How the Wrong Incoterm Can Cost You …, 2025) .
Penjelasan Tuntas: CIF (Cost, Insurance, and Freight) 🛡️
📋 CIF (Cost, Insurance, and Freight) adalah Incoterm di mana penjual bertanggung jawab mengirimkan barang, membayar biaya asuransi, serta menanggung biaya pengiriman hingga pelabuhan tujuan. Namun, ada satu poin krusial yang sering disalahpahami: risiko barang sudah beralih ke pembeli sejak barang naik kapal di pelabuhan keberangkatan (Blog : Incoterms CIF vs DAP: Perbedaan dalam Biaya dan …, 2025) .

💸 Dalam CIF, pembagian tanggung jawabnya adalah:
- Penjual wajib: Mengurus ekspor clearance, mengemas barang, mengirim ke pelabuhan, memuat ke kapal, membayar biaya freight utama, dan mengasuransikan barang
- Pembeli wajib: Membayar impor clearance, biaya dari pelabuhan tujuan hingga gudang, serta menanggung risiko barang sejak dimuat di kapal
⚠️ Jebakan CIF: Banyak importir pemula mengira CIF adalah “all-in” di mana penjual menanggung semua risiko. Padahal, risiko sudah beralih saat barang naik kapal. Jika terjadi kerusakan selama perjalanan, pembeli harus mengurus klaim asuransi sendiri—dan klaim bisa ditolak jika dokumen tidak lengkap atau prosedur tidak diikuti dengan benar.
🌊 CIF cocok untuk: Importir baru yang belum memiliki jaringan logistik kuat, atau untuk transaksi dengan nilai relatif kecil di mana repotnya mengatur pengiriman sendiri tidak sebanding dengan potensi penghematan biaya. Namun, untuk transaksi rutin dengan volume besar, FOB biasanya lebih ekonomis dalam jangka panjang.
Penjelasan Tuntas: DAP (Delivered at Place) 🏠
🚚 DAP (Delivered at Place) adalah Incoterm yang memberikan kemudahan maksimal bagi pembeli. Dalam DAP, penjual bertanggung jawab mengirimkan barang hingga ke tempat tujuan yang disepakati—bisa itu gudang, pabrik, atau alamat lain yang ditentukan pembeli. Risiko beralih dari penjual ke pembeli saat barang siap dibongkar di tempat tujuan (DAP Delivered at Place [UPDATED 2025] | Incoterms, 2025) .

📦 Dalam DAP, pembagian tanggung jawabnya adalah:
- Penjual wajib: Mengurus ekspor clearance, mengemas barang, mengirim ke pelabuhan, memuat ke kapal, membayar semua biaya transportasi, dan mengirim barang hingga tempat tujuan
- Pembeli wajib: Membayar impor clearance (jika belum termasuk), membongkar barang di tempat tujuan, dan menanggung risiko barang setelah siap dibongkar
🌐 Keunggulan DAP: Praktis dan minim repot. Pembeli tidak perlu pusing dengan urusan logistik internasional. Ini sangat ideal untuk UMKM yang baru terjun ke impor, atau untuk barang bernilai tinggi di mana keamanan pengiriman menjadi prioritas utama.
💡 Catatan penting: DAP berbeda dengan DDP (Delivered Duty Paid). Dalam DAP, pembeli masih bertanggung jawab atas impor clearance dan bea masuk (kecuali disepakati lain). Sementara DDP, penjual menanggung semua biaya termasuk bea masuk. Pastikan tidak salah memahami kedua istilah ini saat negosiasi kontrak (DAP vs. CIF Incoterms: What is the Difference?, 2024) .
Tabel Perbandingan: FOB vs CIF vs DAP 📊
| Aspek | FOB (Free on Board) | CIF (Cost, Insurance, Freight) | DAP (Delivered at Place) |
|---|---|---|---|
| Peralihan Risiko | Saat barang naik kapal di pelabuhan keberangkatan | Saat barang naik kapal di pelabuhan keberangkatan | Saat barang siap dibongkar di tempat tujuan |
| Biaya yang Ditanggung Penjual | Biaya hingga barang dimuat kapal | Biaya hingga barang dimuat kapal + asuransi + freight | Semua biaya transportasi hingga tempat tujuan |
| Biaya yang Ditanggung Pembeli | Freight utama, asuransi, impor clearance, biaya dari pelabuhan tujuan | Impor clearance, biaya dari pelabuhan tujuan | Impor clearance (jika belum termasuk), pembongkaran barang |
| Kontrol Logistik | Tinggi (pembeli memilih forwarder) | Rendah (penjual mengatur pengiriman) | Rendah (penjual mengatur pengiriman) |
| Kemudahan untuk Pembeli | Rendah (perlu atur sendiri) | Sedang (penjual atur pengiriman) | Tinggi (penjual antar sampai tujuan) |
| Cocok untuk | Importir berpengalaman dengan jaringan logistik kuat | Importir pemula atau transaksi kecil | UMKM, barang bernilai tinggi, pembeli yang ingin praktis |
Mana yang Lebih Murah? Mana yang Lebih Aman? 🤔
💵 Analisis biaya: Jika dilihat dari harga awal, CIF sering terlihat lebih murah karena pembeli tidak perlu repot mengatur pengiriman. Namun, dalam jangka panjang, FOB biasanya lebih ekonomis untuk importir yang sudah memiliki pengalaman dan jaringan logistik yang solid. Dengan FOB, Anda bisa negosiasi langsung dengan shipping line, memilih rute paling efisien, dan menghindari margin yang biasanya ditambahkan oleh penjual (FOB vs CIF: How the Wrong Incoterm Can Cost You …, 2025) .
🔒 Analisis risiko: DAP adalah Incoterm paling aman bagi pembeli karena risiko hanya beralih saat barang sudah siap dibongkar di tempat tujuan. Namun, keamanan ini datang dengan harga yang biasanya lebih tinggi. CIF menawarkan keamanan melalui asuransi, tetapi risiko sudah beralih lebih awal. FOB memberikan kontrol penuh atas risiko, tetapi juga membutuhkan keahlian manajemen risiko yang baik dari pembeli.
📈 Rekomendasi berdasarkan skala bisnis:
- UMM/Pemula: Mulailah dengan CIF atau DAP untuk meminimalkan risiko dan repot teknis
- Menengah: Pertimbangkan FOB jika sudah memiliki forwarder andalan dan volume impor cukup reguler
- Korporat/Besar: FOB biasanya pilihan terbaik untuk kontrol biaya dan efisiensi logistik maksimal
Bahaya Umum di Lapangan 💸
⏱️ Demurrage & Detention: Ini adalah biaya “silent killer” yang sering tidak diantisipasi importir. Demurrage adalah denda karena container terlalu lama di pelabuhan, sementara detention adalah denda karena container terlalu lama berada di luar pelabuhan. Biaya ini bisa mencapai $100-200 per hari per container dan sering muncul karena dokumen impor tidak lengkap atau koordinasi yang buruk antara importir, forwarder, dan pihak pelabuhan.
📋 Biaya THC, Scanning, Handling: Banyak importir tidak menyadari bahwa biaya-biaya ini biasanya tidak termasuk dalam kutipan harga awal. Terminal Handling Charge (THC), biaya scanning bea cukai, dan handling charge di gudang bisa menambah 10-20% dari total biaya logistik. Selalu minta breakdown biaya detail sebelum memutuskan menggunakan jasa forwarder atau shipping line.
🚫 Dokumen tidak lengkap: Ini adalah penyebab utama keterlambatan clearance di bea cukai. Invoice, packing list, bill of lading, certificate of origin, dan dokumen khusus untuk produk tertentu harus lengkap dan akurat. Kesalahan kecil dalam dokumen bisa menimbulkan biaya inspeksi tambahan, denda, atau bahkan penyitaan barang dalam kasus ekstrem.
Tips Pilih Forwarder yang Paham Incoterms 🚛
✅ Checklist pemilihan forwarder:
- Pengalaman: Pilih forwarder yang memiliki pengalaman minimal 5 tahun dan khusus menangani rute impor negara asal barang Anda
- Transparansi biaya: Forwarder profesional akan memberikan kutipan harga dengan breakdown detail—tidak ada biaya tersembunyi
- Sistem dokumentasi digital: Forwarder modern menggunakan sistem digital yang memungkinkan tracking real-time dan pengelolaan dokumen yang efisien
- Jaringan global: Pastikan forwarder memiliki agen atau kantor perwakilan di negara asal barang untuk koordinasi yang lebih baik
- Pemahaman Incoterms: Forwarder harus benar-benar memahami perbedaan dan implikasi dari setiap Incoterm
🔄 Proses kerja yang ideal: Forwarder yang baik akan memberikan timeline jelas dari awal hingga akhir proses impor, menginformasikan potensi masalah sebelum terjadi, dan memberikan solusi alternatif jika ada kendala. Mereka juga harus proaktif dalam mengkomunikasikan status pengiriman dan dokumen yang dibutuhkan.
FAQ Singkat (Sering Ditanya Importir) ❓
❓ Bisakah saya mix Incoterms dalam satu kontrak?Jawab: Tidak disarankan. Setiap transaksi sebaiknya menggunakan satu Incoterm yang jelas untuk menghindari ambiguitas. Namun, Anda bisa negosiasi klausul tambahan selama tidak bertentangan dengan esensi Incoterm yang dipilih.
❓ Apa beda DAP dan DDP?Jawab: Dalam DAP (Delivered at Place), penjual mengirim barang sampai tempat tujuan tetapi pembeli masih tanggung bea masuk dan impor clearance. Dalam DDP (Delivered Duty Paid), penjual menanggung semua biaya termasuk bea masuk dan impor clearance (DAP Delivered at Place [UPDATED 2025] | Incoterms, 2025) .
❓ Bisakah saya negosiasi Incoterms dengan supplier?Jawab: Tentu bisa! Incoterms adalah pedoman, bukan aturan kaku. Anda bisa negosiasi sesuai kebutuhan bisnis, asalkan semua pihak memahami dan menyetujui pembagian tanggung jawab yang hasilkan dari negosiasi tersebut.
❓ Bagaimana jika terjadi force majeure?Jawab: Force majeure (bencana alam, perang, dll) biasanya diatur dalam klausul terpisah di kontrak, bukan dalam Incoterms. Pastikan kontrak Anda memiliki klausul force majeure yang jelas untuk menghindari sengketa jika terjadi situasi di luar kendali.
❓ Mengapa banyak supplier China lebih suka CIF?Jawab: Supplier di China biasanya memiliki perjanjian khusus dengan forwarder atau shipping line yang memberikan mereka volume discount. Dengan menawarkan CIF, mereka bisa mendapatkan margin tambahan dari biaya pengiriman yang mereka charge kepada pembeli.
Penting 🎯
🚀 Memahami Incoterms 2020 bukan sekadar teori—ini adalah senjata strategis yang bisa menghemat jutaan dolar bagi bisnis impor Anda. Setiap keputusan antara FOB, CIF, atau DAP akan berdampak langsung pada cash flow, risiko operasional, dan profitabilitas perusahaan Anda. Jangan biarkan ketidaktahuan tentang Incoterms menggerus keuntungan yang seharusnya menjadi hak Anda.
💼 Di M2B, kami membantu ratusan importir Indonesia—dari UMKM hingga korporat besar—mengoptimalkan strategi logistik mereka melalui pemahaman mendalam tentang Incoterms. Tim kami tidak hanya mengerti teori, tapi juga memiliki pengalaman praktis menangani berbagai skenario kompleks di lapangan.
“Masih bingung pilih FOB atau CIF? Jangan sampai kejebak biaya & risiko! Konsultasi GRATIS dengan tim M2B — kami bantu Anda ambil keputusan eksport-import yang tepat untuk bisnis Anda.” 🔗 www.m2b.co.id/
🌟 Jangan tunggu kerugian terjadi dulu—ambil tindakan preventif sekarang juga! Hubungi tim M2B hari ini dan dapatkan solusi logistik yang tidak hanya efisien, tapi juga menguntungkan untuk jangka panjang. Bisnis Anda layak mendapatkan yang terbaik!
Referensi
ICC Incoterms dalam Perdagangan Internasional. (2020, Juni). Diakses dari https://www.international-arbitration-attorney.com/id/icc-incoterms-in-international-trade/
Incoterms 2020 – Regulasi Perdagangan Internasional. (2025). Diakses dari https://id.kuehne-nagel.com/in/-/knowledge/incoterms
INCOTERM 2020: Panduan Lengkap & Studi Kasus. (2025, Februari). Diakses dari https://bksadatrans.com/panduan-incoterm-2020/
Perbedaan CIF, FOB, dan EXW dalam Ekspor-Impor. (2025). Diakses dari https://sinikirim.com/artikel/Perbedaan%20CIF,%20FOB,%20dan%20EXW%20dalam%20Transaksi%20Internasional.php
DAP Delivered at Place [UPDATED 2025] | Incoterms. (2025). Diakses dari https://www.tradefinanceglobal.com/incoterms/dap-delivery-at-place/
Incoterms: Mengenal Definisi, Tujuan, dan Jenisnya. (2025). Diakses dari https://www.transcon-indonesia.com/id/blog/incoterms-mengenal-definisi-tujuan-dan-jenisnya
DAP vs. CIF Incoterms: What is the Difference? (2024, Juli). Diakses dari https://ship4wd.com/incoterms/dap-vs-cif
FOB vs CIF: How the Wrong Incoterm Can Cost You … (2025). Diakses dari https://blogs.tradlinx.com/fob-vs-cif-how-the-wrong-incoterm-can-cost-you-hundreds-in-hidden-shipping-fees/
Blog : Incoterms CIF vs DAP: Perbedaan dalam Biaya dan … (2025, Juli). Diakses dari https://indonesianexport.org/informasi/blog/incoterms-cif-vs-dap-perbedaan-dalam-biaya-dan-tanggung-jawab
