Perbedaan Freight Forwarding dan Ekspedisi Biasa: Mana yang Tepat untuk Bisnis Global Anda?

Dalam dunia logistik, istilah freight forwarding dan ekspedisi sering dianggap sama. Padahal, keduanya memiliki peran, fungsi, dan layanan yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting, terutama bagi pelaku bisnis ekspor-impor maupun UMKM yang mulai merambah pasar internasional.

Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan freight forwarding dengan ekspedisi biasa, lengkap dengan contoh kasus dan kapan sebaiknya Anda menggunakan jasa forwarder.


1. Definisi Ekspedisi vs Freight Forwarder

Ekspedisi biasanya mengacu pada jasa pengiriman barang dalam skala domestik. Perusahaan ekspedisi seperti JNE, TIKI, atau SiCepat fokus mengantarkan barang dari satu titik ke titik lain dalam negeri. Mereka lebih menekankan layanan pengiriman cepat, terjangkau, dan mencakup wilayah luas di Indonesia.

Freight Forwarder, sebaliknya, adalah perusahaan yang mengatur proses pengiriman barang lintas negara. Mereka tidak hanya mengurusi pengangkutan, tetapi juga dokumentasi, perizinan, bea cukai, asuransi, hingga manajemen rantai pasok. Forwarder bertindak sebagai manajer logistik internasional.


2. Jasa yang Ditawarkan Freight Forwarder

Seorang forwarder seperti PT. Mora Multi Berkah (M2B) biasanya menyediakan layanan:

  • Air Freight: pengiriman cepat lewat udara.
  • Sea Freight: pengiriman kontainer via jalur laut.
  • Custom Clearance: mengurus dokumen bea cukai ekspor-impor.
  • Cargo Consolidation: menggabungkan beberapa kiriman untuk menekan biaya.
  • Door-to-Door Service: layanan all-in dari gudang pengirim ke penerima di luar negeri.
  • Insurance & Tracking: perlindungan kargo dan monitoring perjalanan.

Sedangkan ekspedisi domestik umumnya hanya meliputi pengiriman darat, laut, atau udara dengan fokus pada kecepatan dan harga.


3. Contoh Kasus Ekspor-Impor

Misalkan sebuah UMKM kopi di Medan ingin mengekspor 2 ton green beans ke Jepang. Jika menggunakan ekspedisi biasa, UMKM ini hanya bisa mengirim antar kota atau antar provinsi. Tapi, jika menggunakan freight forwarder, maka forwarder akan:

  • Mengurus dokumen ekspor (PEB, invoice, packing list, COO).
  • Menentukan jalur pengiriman terbaik (air freight untuk cepat, sea freight untuk hemat).
  • Menyediakan asuransi kargo agar barang terlindungi.
  • Membantu dalam custom clearance di pelabuhan Jepang.

Tanpa jasa forwarder, bisnis berpotensi menghadapi kendala administrasi yang bisa berakibat penundaan atau bahkan penolakan barang di negara tujuan.


4. Kapan Harus Pilih Forwarder?

Gunakan jasa freight forwarding jika Anda:

  • Ingin melakukan ekspor-impor skala kecil maupun besar.
  • Tidak ingin repot mengurus dokumen bea cukai yang kompleks.
  • Membutuhkan layanan end-to-end logistic solution.
  • Menginginkan efisiensi biaya melalui konsolidasi kargo.

Sedangkan ekspedisi domestik cocok jika hanya butuh mengirim barang dalam negeri dengan cepat dan murah.


5. Tren Terkini dalam Industri Logistik

Menurut laporan The Loadstar (situs berita logistik global), tren 2025 menunjukkan peningkatan permintaan pada forwarder yang menawarkan digital tracking dan green logistics. Di Indonesia sendiri, Bisnis.com melaporkan bahwa ekspor nonmigas Januariโ€“Juli 2025 mencapai pertumbuhan signifikan, yang otomatis meningkatkan kebutuhan jasa freight forwarding profesional.

Sumber:


6. Kesimpulan

Ekspedisi fokus pada pengiriman domestik, cepat, dan murah.
Freight Forwarding fokus pada pengiriman internasional, lengkap dengan dokumen, bea cukai, dan manajemen logistik global.

Bagi bisnis yang ingin berkembang ke pasar internasional, forwarder adalah partner strategis.


Ingin ekspor atau impor barang tanpa ribet?
๐Ÿ‘‰ Hubungi M2B โ€“ Logistic | Solution | Partner di www.m2b.co.id untuk solusi freight forwarding terpercaya.
Dengan pengalaman mengurus ribuan shipment internasional, tim M2B siap menjadi partner logistik global Anda.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top