1. Faktor Utama Biaya Logistik
Biaya pengiriman internasional selalu dipengaruhi oleh banyak variabel. Tahun 2025, ada beberapa faktor utama yang wajib diperhatikan oleh eksportir maupun importir:
- Harga bahan bakar: fluktuasi harga minyak global berimbas langsung pada biaya bunker (kapal laut) maupun avtur (pesawat kargo).
- Kapasitas armada: tingginya permintaan ekspor-impor sering menimbulkan shortage kontainer dan space pesawat.
- Kurs mata uang: perubahan nilai tukar USD terhadap Rupiah memengaruhi tarif freight internasional.
- Regulasi & pajak karbon: banyak negara mulai menerapkan pajak karbon pada sektor logistik, terutama jalur laut.
- Musiman: peak season (misalnya menjelang Natal/Tahun Baru di Eropa & Amerika) selalu menaikkan tarif.
2. Perbandingan Sea Freight & Air Freight
Setiap jalur pengiriman punya karakteristik sendiri.
- Sea Freight (Pengiriman Laut)
- Biaya relatif lebih murah untuk volume besar.
- Transit time lebih lama (misalnya Jakarta – Rotterdam bisa 28–35 hari).
- Cocok untuk komoditas bulk (misalnya bahan kimia, produk pertanian, atau barang manufaktur berat).
- Air Freight (Pengiriman Udara)
- Biaya lebih tinggi, namun sangat cepat.
- Transit time hanya 1–3 hari untuk rute Asia–Eropa atau Asia–Amerika.
- Cocok untuk barang bernilai tinggi atau urgent (misalnya elektronik, spare part industri, atau produk fashion musiman).
Menurut data dari The Loadstar (sumber: theloadstar.com), rata-rata tarif air freight Asia–Eropa pada kuartal pertama 2025 naik 12% dibanding tahun sebelumnya, sementara tarif laut cenderung stabil meskipun biaya tambahan untuk green fuel meningkat.
3. Tren Biaya 2025
Beberapa tren yang sudah terlihat pada awal 2025:
- Kenaikan biaya energi hijau: penggunaan biofuel dan LNG untuk kapal menambah biaya operasional.
- Digitalisasi logistik: banyak forwarder global sudah menggunakan AI & IoT untuk efisiensi, tapi adaptasi ini juga masuk ke komponen biaya.
- Disrupsi geopolitik: konflik Laut Merah dan kebijakan pelabuhan global berdampak pada kenaikan tarif rerouting.
- E-commerce cross border: volume meningkat, terutama dari Asia ke Amerika & Eropa, membuat space pesawat cepat penuh.
Menurut Bloomberg (bloomberg.com), kenaikan tarif logistik 2025 diperkirakan rata-rata 5–8% dibanding tahun 2024, dengan variasi tergantung jalur dan komoditas.
4. Tips Hemat Biaya
Untuk eksportir & importir Indonesia, ada beberapa strategi agar biaya logistik lebih efisien:
Negosiasi kontrak jangka panjang dengan forwarder untuk mendapatkan tarif lebih stabil.
Gunakan freight forwarder terpercaya yang punya jaringan global seperti M2B, agar dapat tarif kompetitif.
Pertimbangkan cargo consolidation (konsolidasi kargo) untuk UMKM agar tidak perlu bayar full container.
Atur jadwal pengiriman jauh hari sebelum peak season.
Pilih jalur yang tepat: air freight untuk barang cepat rusak, sea freight untuk barang volume besar.
Ingin biaya ekspor-impor Anda lebih hemat dan terjamin aman?
Hubungi M2B Logistic Solution Partner sekarang di www.m2b.co.id atau WhatsApp +62 812 6302 7818 untuk konsultasi gratis.
